Sunrise di Puncak Gunung
Oleh: Agnes M. Luther
Cahaya mentari pagi membelai lembut pipiku melalui celah-celah jendela kamar. Telepon rumah terus berdering karena tidak ada yang mengangkatnya. �Uh, mana orang-orang?� pikirku. Aku melangkah ke luar untuk mengangkat telepon. �Halo, selamat pagi!� kataku. �Pagi...Wah, tuan putri baru bangun, yah? Mentang-mentang lagi libur. Hahahaha...� kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar